Menu Click to open Menus
Home » Pola Pikir » BUKAN PEDANG MUSUHMU YANG TAJAM, TAPI TAMENGMULAH YANG RAPUH

BUKAN PEDANG MUSUHMU YANG TAJAM, TAPI TAMENGMULAH YANG RAPUH

(53 Views) Juni 14, 2017 10:45 pm | Published by | No comment

Setiap orang pasti pernah gagal, setiap orang pasti pernah jatuh. Itu wajar. Karena kesatria bukan berarti yang tidak pernah kalah. Kesatria bagiku adalah yang tidak menyalahkan musuhnya ketika kalah.

Aku baru sadar tentang hal ini. 

 

Nyatanya, menyalahkan orang lain atas kegagalan kita adalah kesalahan. Hal ini tidak akan mendewasakan kita. Hal terbaik ketika kalah adalah menyalahkan diri sendiri, mengakui kelemahan diri lalu berjuang untuk memperbaiki kelemahan itu.

 

Kita tidak bisa menyalahkan pedang musuh yang terlalu kuat, sehingga kita tertebas, tergilas. Salahkan diri kita sendiri yang tidak mahir menangkis pedangnya. Atau akui saja bahwa memang tameng kita yang tidak kokoh sehingga tidak bisa menangkis pedang musuh.

 

Kita tidak bisa menyalahkan lalu menghujat dan menebar kebencian kepada semua orang agar membenci musuh kita yang telah melakukan kecurangan demi menghancurkan kita. Biar saja. Kitalah yang salah karena lengah sehingga tidak tau dengan tipu daya musuh.

Semua kesalahan terletak pada kita.

 

 


Ya ngga bisa gitu juga. kita harus mendapatkan keadilan dong. Tuntut !! 

Hehe… Iya betul, saya setuju dengan hal itu. Sangat setuju. Tetapi semestinya kita tahu. Di dunia ini, tidak selamanya orang baik mendapatkan perlakuan baik. Tidak semua orang yang buruh mendapat perlakuan yang buruk.

Disinilah diperlukannya sebuah iman. Iman kita kepada surga dan neraka. Bukankah neraka adalah pengadilan yang paling adil yang telah Allah siapkan untuk orang-orang yang terbebas dari hukuman dunia? Bukankah surga adalah adalah sebaik-baik balasan bagi orang baik yang tidak mendapatkan balasannya di dunia?

Bro, dari sini kita paham bahwa menang dan kalah bukan penyebab ketenangan dalam hati. Tetapi iman. Keadaan boleh tidak seperti yang kita inginkan. Tetapi selama iman bertahta dalam hati, ketenangan tidak akan pernah pergi.

 


Pernah mendengar kata-kata “daun yang jatuh tidak pernah membenci angin”? Ya itu, Tere Liye memahami betul bahwa kesatria yang sejati bukan mereka yang tidak pernah jatuh. Tetapi kesatria adalah yang berani mengakui bahwa kesalahan ada pada dirinya dan dia siap memperbaiki kesalahan itu.

 

Salam..

This post was written by Dedi Purnomo
About

bikin & optimasi web

Categorised in:

No comment for BUKAN PEDANG MUSUHMU YANG TAJAM, TAPI TAMENGMULAH YANG RAPUH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Boleh saya bantu?

Dedi Purnomo

Maaf, dengan siapa dari mana? 00.00